Blogger Widgets

Sunday, 10 April 2016

Karya Ilmiah Populer "Biogas"

Karangan Ilmiah Populer dibawah dengan judul :
“ Biogas,Sumber Energi Ramah Lingkungan ”





Pada era teknologi saat ini kebutuhan manusia semakin meningkat, manusia semakin menuntut kebutuhan sumber daya yang lebih untuk memenuhi kebutuhan kehidupan nya. Aktifitas manusia tersebut menyebabkan penambahan emisi gas rumah kaca, sehingga penggunaan bahan bakar fosil dalam jangka panjang berakibat negatif pada kehidupan manusia dalam jangka waktu panjang, akibatnya perubahan iklim pada kehidupan di dunia, PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa)  melakukan penelitian, hasil dari penelitian tersebut menghasilkan informasi,penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi,batu bara dan gas alam telah menyumbang cukup besar pencemaran gas efek rumah kaca, yaitu karbon dioksida (CO2) ke atmosfer bumi, yang mempunyai peran besar dalam pemanasan global pada permukaan bumi.
Salah satu cara menghambat pemanasan global pada permukaan bumi adalah dengan menggunakan Biogas, untuk mengurangi emisi gas efek rumah kaca, sumber energi yang ramah lingkungan “Biogas” bertujuan menggurangi ketergantugan kehidupan manusia pada bahan bakar minyak yang mahal dan terbatas di bumi. Sehingga diharapkan , selain dapat mengurangi emisi gas efek rumah kaca juga menggurangi masalah lingkungan dan meningkatkan nilai dari limbah itu sendiri.




Kesimpulan :
Dapat disimpulkan, diharapkan sumber daya alam “Biogas” dapat menggurangi dampak dari pemanasan global akibat penggunaan bahan bakar fosil yang semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia .Kita juga dapat membantu menggurangi efek dari pemanasan global dengan menggurangi penggunaan ac, menggunakan kendaraan yang uji emisinya sudah ramah lingkungan, menggurangi penggunaan listrik di siang hari dan menggunakan limbah peternakan sebagai pupuk kompos yang bersifat ramah lingkungan.



Saturday, 9 April 2016

Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web


Jurnal ilmiah sistem informasi Perpustakaan berbasis web from Gunadarma University



1. Jurnal diatas membahas mengenai katalog sistem informasi perpustakaan berbasis web ,bahasa pemrograman yang dipakai mysql,php ,html dan basis data.DiJurnal tersebut menjelaskan pada era informasi saat ini,teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan  dari kehidupan global.Setiap institusi termasuk  perpusatakaan menggunakan teknologi agar dapat bersaing di era global.


2. Dalam menyelesaikan permasalahan dalam tugas akhir tersebut ,akan dikembangkan  suatu sistem informasi.
- pendefinisian masalah (penulis melakukan pengenalan terhadap tempat )
- analisa sistem (menganalisa hal – hal apa saja yang terdapat dalam pembuatan aplikasi


3.  Kesimpulan
Jurnal ilmiah Sistem Informasi Perpustakan Berbasis web  dapat mempermudah mendapatkan informasi menggunakan teknologi berbasis web


Tuesday, 29 March 2016

TUTORIAL CARA MEMBUAT CRIMPING KABEL STRAIGHT DAN CROSS

LANGKAH – LANGKAH MEMBUAT CRIMPING KABEL STRAIGHT DAN CROSS


Alat – alat dan bahan yang digunakan :









Untuk membuat kabel Straight, susunan warna yang digunakan adalah :
Sususan warna pada ujung 1 = Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat
Sususan warna pada ujing 2 sama dengan ujung 1.
Untuk membuat kabel Cross, susunan warna yang digunakan adalah :
Susunan warna pada ujung 1 = Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat
Susunan warna pada ujung 2 yaitu = Putih Hijau, Hijau, Putih Orange, Biru, Putih Biru, Orange, Putih Coklat, Coklat Cara Crimping Kabel UTP ke RG-45

LANGKAH LANGKAH CRIMPING KABEL STRAIGHT DAN CROSS.

Cara Crimping Kabel UTP ke RJ-45
1. Kupas kulit kabel selebar 2 cm.
2. Susun rapi delapan kabel yang terdapat didalam sesuai dengan gambar dan penjelasan diatas.
3. Luruskan kabel yang masih kusut.
4. Ratakan ujung kabel dengan memotong nya menggunakan tang crimping.
5. Setelah yakin urutan warna benar dan ujung kabel sudah rata, masukan kabel kedalam konektor RJ-45 , pastikan ujung kabel menyentuh ujung RJ-45, dan jepitlah menggunakan Tang Crimping.
6. Setelah menyelesaikan kedua ujung kabel, uji menggunakan Lan tester, jika semua lampu menyala, berarti kabel tersebut telah di crimping dengan benar dan bisa digunakan. 





Wednesday, 23 March 2016

PENALARAN INDUKTIF DAN INDUKTIF

      PENALARAN DEDUKTIF DAN INDUKTIF



PENGERTIAN PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran Deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum yang kebenaranya telah diketahui dan diyakini atau pengetahuan baru yang bersifat khusus.


Silogisme Kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh :

Kalimat Deduktif adalah kalimat utamanya berada pada di awal sebuah paragraf
Contoh : Masyarakat dilarang membuang sampah sembarangan.Sampah merupakan penyebab utama terjadinya bencana banjir di sekitar kita, dengan membuang sampah sembarangan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Paragraf Deduktifnya : Masyarakat dilarang membuang sampah sembarangan
Silogime Kategorial
Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.
§  Premis Umum       : Premis Mayor (My)
§  Premis Khusus      : Premis Minor (Mn)
§  Premis Simpulan   : Premis Kesimpulan (K)
      Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan      predikat simpulan disebut term minor.
Aturan umum dalam silogisme kategorial sebagai berikut :

1.      Silogisme harus terdiri atas tiga term yaitu : term mayor, term minor, term penengah
2.      Silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.
3.      Dua premis yang negatif tidak dapat menghasilkan simpulan.
4.      Bila salah satu premisnya negatif, simpulan pasti negatif.
5.      Dari premis yang postif, akan dihasilkan simpulan yang positif
6.      Dari dua premis yang khusus tidak dapat ditarik satu simpulan.
7.      Bila premisnya khusus, simpulan akan bersifat khusus.
8.      Dari premis mayor khusus dan premis mayor negatif tidak dapat ditarik satu simpulan.
Contoh silogisme Kategorial :
1.      My  : Semua mahasiswa Gunadarma sistem informasi adalah S1.
2.      Mn  : Dodit adalah mahasiswa gunadarma system informasi.
3.      K     : Dodit  lulusan S1.


Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik :
           -          Jika musim kemarau saya mengerjakan PI di rumah teman. (mayor)
           -          Sekarang musim kemarau. (minor)
           -          Saya mengerjakan PI di rumah teman. (konklusi)

Silogisme Alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. Contoh:
        
           -          Konser  DEPAPEPE akan dilaksanakan di Istora Senayan atau di Upperroom, Jakarta  
           -          Konser DEPAPEPE akan dilaksanakan di Istora Senayan
           -          Jadi, Konser DEPAPEPE tidak dilaksanakan di Upperoom,Jakarta

Entimen adalah sebuah silogisme yang dipendekkan. Dengan kata lain entimen adalah     kesimpulan dari sebuah silogisme. Contoh entimen:
           -   Dodit menerima penghargaan Award karena ia telah menang dalam Stand Up  Comedy terbaik dalam Award itu
           -     Dodit telah memenangkan Award itu, karena itu ia menerima penghargannya.


 PENGERTIAN PENALARAN INDUKTIF

Penalaran Induktif adalah Proses yang berpangkal dari peristiwa khusus yang dihasilkan dari pengamatan empirik dan menghasilkan satu kesimpulan atau pengetahuan yang bersifat umum.


Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. Contoh :

-          Budi adalah seorang murid dan ia memiliki nilai yang tinggi
-         Joko adalah seorang murid dan ia memiliki nilai yang tinggi                  
-         Generalisasi : Semua murid memiliki nilai yang tinggi
      -          Kesalahan : Susanto  juga seorang murid tetapi tidak memiliki nilai yang tinggi

Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada. Analogi dilakukan karena antara sesuatu yang diabandingkan dengan pembandingnya memiliki kesamaan fungsi atau peran. Melalui analogi, seseorang dapat menerangkan sesuatu yang abstrak atau rumit secara konkrit dan lebih mudah dicerna. Contoh
Untuk menjadi seorang pengusaha yang handal membutuhkan usaha yang gigih ,pantang menyerah dan kreatif. Begitu juga menjadi sastrawan professional dibutuhkan pembelajaran dan usaha yang kuat.untuk menjadi seorang pengusaha  maupun seorang sasrawan membutuhkan usaha yang kuat.

 Hubungan kausal (kausalitas) adalah perinsip sebab-akibat yang sudah ada pada setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan. Contoh
Macam hubungan kausal :
1. Sebab- akibat.
Contoh: Membuang sampah sembarangan mengakibatkan bencana banjir.
2. Akibat – Sebab.
Contoh: Joko rangking 1 dikelas karena joko rajin belajar dan pantang menyerah dalam belajar
3. Akibat – Akibat.
Contoh:  Rumah Anton terkena banjir sehingga Anton mengira ada sampah menumpuk dirumahnya.

Wednesday, 9 March 2016

Sunday, 25 October 2015

Tugas Softskill Jurnal Ilmiah



             PERANCANGAN BASISDATA

        SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN

(Studi Kasus pada Universitas ’XYZ’)

Oleh: Leon Andretti Abdillah

Dosen Universitas Bina Darma, Palembang


Abstracts: The purpose of this research is to design database scheme of information system at ‘XYZ’ University. By using database design methods (conceptual scheme, logical scheme, & physical scheme) the writer designs payroll information system. The physical scheme is compatible with Borland Delphi Database Engine Scheme to support the implementation of the I.S. After 3 (three) steps we get 7 (seven) tables, dan 6 (six) forms. By using this shemce, the system can produce several reports quickly, accurately, efficiently, and effectively.

Keywords: Database Design, Information System, Payroll.


1.         PENDAHULUAN

Salah satu teknologi yang sedang berkembang dengan pesat saat ini adalah teknologi informasi/komputer. Kemajuan yang berlangsung cepat, dapat ditinjau baik dari segi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), maupun perkembangan kualitas sumber daya manusianya (brainware). Hal ini dimungkinkan karena teknologi komputer mampu berkolaborasi dengan banyak bidang ilmu lainnya.
Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Perkembangan teknologi informasi memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, seperti egovernment, e- commerce, e-education, emedicine, e-e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika. (Wardiana, http://eprints.rclis.org/archive/).
Kelebihan yang luar biasa dari Teknologi Informasi, sudah semestinya dimanfaatkan oleh beragam pihak untuk mengelola beragam aktivitas institusinya dengan baik, terencana, dan terdokumentasi dengan maksimal.
Dalam menghadapi tantangan abad ke-21 atau milenium ketiga, yang ditandai dengan adanya era globalisasi, era reformasi dan era kompetisi, peranan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kemajuan organisasinya menjadi hal yang amat penting karena Sumber Daya Manusia memiliki peran yang sangat strategis dalam pencapaian tujuan organisasi di lingkungan perguruan tinggi yang pada saat ini dan masa datang dituntut menjadi organisasi yang otonom sehingga berdampak terhadap manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen SDM yang dibutuhkan adalah manajemen yang relevan dengan tuntutan lingkungan eksternal perguruan tinggi yang selalu berubah dan berkembang ke arah yang lebih kompetitif dan profitable. (Cornelia J. Benny, 2004).
Dunia pendidikan merupakan lembaga yang berperan utama untuk menghasilkan sumber daya manusia agar mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Universitas ‘XYZ’ Palembang merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang menghasilkan tenaga ahli dibidang ilmu komputer, ekonomi, teknik, bahasa dan sastra, psikologi, komunikasi, serta manajemen.
Seiring dengan bertambahnya usia lembaga Universitas ‘XYZ’ ini ternyata mampu meningkatkan jumlah mahasiswa yang menimba ilmu di kampus ini. Agar para mahasiswa tersebut mempunyai kualitas yang tinggi, harus didukung oleh tenaga pengajar yang handal, teknologi pengolah data yang canggih, serta manajemen pengelolaan sumber daya yang akan melayani kegiatan proses belajar mengajarnya. Saat ini tenaga pengajar di Universitas ‘XYZ’ terdiri atas sejumlah Profesor, Doktor (S-3), Master/Magister (S-2), dan Sarjana (S-1) yang berkompeten, baik lulusan dalam maupun luar negeri.
Untuk kelancaran proses penyelenggaraan pendidikan dibutuhkan tidak hanya tenaga pengajar yang berkualitas dan seimbang, tetapi juga termasuk tenagatenaga pendukung lainnya seperti: tenaga administrasi dan keuangan, laboran, teknisi, pustakawan, keamanan, dll. Sebagai aset yang sangat penting Sumber Daya Manusia yang ada perlu ditingkatkan pengelolaannya dengan lebih baik lagi, khususnya yang berhubungan dengan Sistem Penghargaan/Kompensasi atas kinerjanya. 
Dari pengamatan yang dilakukan penulis pada bagian yang terkait dengan pengolahan data gaji, masalah yang dihadapi adalah: 1) masih belum akuratnya penghitungan gaji bersih para dosen, 2) kurang cepatnya informasi mengenai slip gaji dosen, dan 3) up-date data yang terjadi pada seorang dosen belum secara otomatis ter-integrasi pada bagian penggajian. Kesemuanya ini dikarenakan penggunaan database (basisdata) tidak diterapkan dengan baik, sehingga banyak kegiatan yang semestinya dapat dilakukan 1 (satu) kali saja, namun dilakukan secara berulang.
Penulis dapat merumuskan sebagai berikut: Bagaimana membangun skema perancangan basisdata (datatabase) Sistem Informasi Dosen pada Universitas ‘XYZ’ Palembang dengan menggunakan Borland Delphi 7.0?.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah membuat skema perancangan database (basisdata) untuk Sistem Informasi Penggajian pada Universitas ‘XYZ’. Sedangkan Manfaat dari penelitian ini adalah: 1) Membantu bagian pengembangan perangkat lunak dalam membuat Sistem Informasi Penggajian, dan 2) Memudahkan bagian keuangan dalam mengolala data penggajian dan dengan mudah mendapat informasi yang dibutuhkan.

2.         TINJAUAN PUSTAKA

Untuk memudahkan proses perancangan skema database Sistem Informasi
Dosen pada Universitas ‘XYZ’, perlu diketahui sejumlah teori atau penelitian yang pernah dilakukan, baik oleh penulis sendiri maupun dari rujukan lain.

            Perancangan Basisdata (Database Design)

Proses perancangan database merupakan bagian dari micro lifecycle. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang terdapat di dalam proses tersebut diantaranya : pengumpulan data dan analisis, perancangan database secara konsepsual, pemilihan DBMS, perancangan database secara logika (data model mapping), perancangan database secara fisik, dan implementasi sistem database. Sekarwati (2001) dalam Abdillah (2003:18).
Sedangkan kegiatan utama dalam perancangan suatu database adalah: 1) perancangan basisdata secara konsepsual (conceptual scheme design), 2) perancangan basis data secara logika (logical design), dan 3) perancangan basisdata secara fisik (phisycal design).
Tujuan perancangan basisdata : 1) untuk memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan user secara khusus dan aplikasi-aplikasinya, 2) memudahkan pengertian struktur informasi, dan 3) mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storage space). (Abdillah, 2003:20).

            Sistem Informasi

Disarikan dari Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis dalam Jogiyanto (2000:11) serta Eko Indrajit (2001:3), secara sederhana, Sistem Informasi merupakan kumpulan komponen yang saling berhubungan untuk mengolah input (data) menjadi output (informasi) sehingga dapat memenuhi kebutuhan pemakai. (Abdillah, 2006:11).
Komponen-komponen utama dalam suatu sistem informasi berbasiskan komputer terdiri dari: 1) Database, 2) Database software, 3) Aplikasi software, 4) Hardware komputer termasuk media penyimpanan, dan 5) Personal yang menggunakan dan mengembangkan system. (Abdillah, 2003:18).

            Penggajian

Kompensasi/upah adalah imbalan atas jasa yang dapat berbentuk secara langsung (berbentuk uang), atau secara tidak langsung (misalnya asuransi kesehatan, fasilitas liburan). Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa dimensi dari kompensasi ada 2 (dua), yaitu : kompensasi secara langsung (direct compansation), dan kompensasi secara tidak langsung (indirect compensation). (Abdillah, 2006:33).
Gaji adalah suatu bentuk balas jasa ataupun penghargaan yang diberikan secara teratur kepada seorang pegawai atas jasa dan hasil kerjanya. Gaji sering juga disebut sebagai upah, dimana keduanya merupakan suatu bentuk kompensasi, yakni imbalan jasa yang diberikan secara teratur atas prestasi kerja yang diberikan kepada seorang pegawai. Perbedaan gaji dan upah hanya terletak pada kuatnya ikatan kerja dan jangka waktu penerimaannya. Seseorang menerima gaji apabila ikatan kerjanya kuat, sedang seseorang menerima upah apabila ikatannya kerjanya kurang kuat. Dilihat dari jangka waktu penerimaannya, gaji pada umumnya diberikan pada setiap akhir bulan, sedang upah diberikan pada setiap hari ataupun setiap minggu. Dalam hal ini, pengertian gaji untuk seterusnya disebut sebagai gaji pokok. (http://kuliah.dinus.ac.id/edi-nur/lembar01.html/lembar01.html).

            Dosen

Dosen adalah tenaga pengajar di perguruan tinggi yang berdasarkan pendidikannya diangkat oleh penyelenggara perguruan tinggi. Dosen dapat dikategorikan menjadi dosen tetap dan dosen luar biasa. Dosen tetap ialah dosen yang diangkat dan ditempatkan sebagai tenaga tetap pada perguruan tinggi bersangkutan, sedangkan dosen luar biasa adalah dosen yang bukan tenga tetap (tidak tetap) selama jangka waktu tertentu. (Koordinator Kopertis II, 2005:1).



            Borland Delphi

Borland Delphi 7.0 (Delphi), adalah paket bahasa pemrograman yang bekerja dalam sistem operasi Windows. Delphi merupakan bahasa pemrograman yang mempunyai cakupan kemampuan yang luas dan sangat canggih. Berbagai aplikasi dapat dibuat dengan Delphi, termasuk aplikasi untuk pengolah teks, grafik, angka, database dan aplikasi web.
Delphi menyediakan fasilitas yang lengkap untuk mengelolah database. Berbagai format database dapat diolah dengan Delphi, misalnya database dengan format Paradox, dBase, MS-Access, ODBC, SyBASE, Oracle dan lain-lain.
Sebelum Delphi, Borland sudah lama mengeluarkan program untuk manajemen database yang sangat terkenal, yaitu program Paradox. Dengan Delphi, kemampuan yang ada pada program Paradox menjadi lebih baik dan makin sempurna. Dalam format Paradox, satu file database hanya berisi satu tabel database. Jadi berbeda dengan format Microsoft Access, yang memungkinkan membuat beberapa tabel dalam satu file database. Dalam penelitian kali ini penulis menggunakan Paradox sebagai manajemen databasenya.

3.         METODOLOGI PENELITIAN

            Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan pada Universitas ‘XYZ’, beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani Plaju, Palembang. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan data serta pengolahannya adalah selama 1 (satu) bulan.

            Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan cara mengumpulkan data dan informasi di lingkungan Universitas ‘XYZ’. Penulis mengadakan penelitian dengan cara sebagai berikut: 1) Observasi, dengan melakukan pengamatan langsung pada bagian Administrasi dan Keuangan pada Universitas ‘XYZ’, 2) Wawancara, dilakukan langsung dengan a) Kasubbag. Keuangan, b) Staf Administrasi Penggajian, dan c) Bagian Administrasi Umum, dan 3) Studi Pustaka, dilakukan dengan membaca Buku Pedoman Dosen, Buku Manajemen Sumber Daya Manusia, Buku Basisdata, serta Buku Pedoman Penggunaan Borland Delphi 7.0. 

            Metode Perancangan Basisdata (Database Design)

Metode perancangan basisdata (database design) yang digunakan adalah: 1) perancangan basisdata secara konsepsual (conceptual scheme design), 2) perancangan basisdata secara logika (logical design), dan 3) perancangan basisdata

 

Gambar 1. Skema Konsepsual (Conceptual Scheme)


            Perancangan Basisdata secara Konsepsual (Conceptual Design)

Perancangan skema konsepsual: menguji kebutuhan-kebutuhan data dari suatu database application sehingga menghasilkan sebuah conceptual database schema pada DBMS independent model data tingkat tinggi seperti EER (enhanced entity relationship) model. Skema ini dapat dihasilkan dengan menggabungkan bermacam-macam kebutuhan user dan secara langsung membuat skema database atau dengan merancang skema-skema yang terpisah dari kebutuhan tiap-tiap user dan kemudian menggabungkan skema-skema tsb. Model data yang digunakan pada perancangan skema konsepsual adalah DBMS-independent, dan langkah selanjutnya adalah memilih sebuah DBMS untuk melaksanakan rancangan tsb.
Entity Relationship Diagram (ERD) digunakan untuk menggambarkan hubungan secara logika antar entitas yang terlibat pada suatu sistem database. Dalam kasus perancangan basisdata Sistem Informasi Penggajian Dosen, didapat

Add caption

Pada skema konsepsual di atas, digunakan notasi cardinality ratio dengan menggunakan tanda anak panah. Sisi yang bertanda anak panah merupakan representasi dari sisi 1 (satu/one). Dan sebaliknya, sisi yang tidak ada tanda anak panahnya merupakan represntasikan sisi N (banyak/many).
Add caption

            Perancangan Basisdata secara Logika (Logical Design)

Pada fase ini, skema konsepsual ditransformasikan dari model data tingkat tinggi, untuk direpresentasikan ke dalam model data dari DBMS yang dipilih/digunakan. Untuk skema kali ini, kita gunakan Relational Database. Fase ini dikenal juga dengan istilah pemetaan model data (data model mapping). 
Pada gambar 3.4, ada 7 (tujuh) tabel yang berelasi, yaitu: 1) Tabel Golongan,
2) Tabel Jabatan Fungsional Akademik, 3) Tabel Jabatan Struktural, 4) Tabel
Add caption

            Perancangan Basisdata secara Fisik (Physical Design)

Perancangan database secara fisik merupakan proses pemilihan strukturstruktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file database untuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi. Selama fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk database yang disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan record dan jalur akses. Berhubungan dengan internal schema (pada istilah 3 level arsitektur DBMS).
Berdasarkan Skema Logika diatas, dapat dirancang file-file yang digunakan sebagai penyimpanan data, masukan (input) yang diperlukan sistem informasi untuk menghasilkan keluaran (output) informasi.
Desain File merupakan kumpulan record-record yang saling berhubungan, dimana file tersebut dapat dimanipulasi. Dalam membuat rancangan fisik (detail table) dari suatu skema Relational Database (RD), didahulukan pada tabel yang berada pada sisi : 1) One (1),  One atau Many (1/N), dan 3) sisi Many (N). Maka pada perancangan database untuk Sistem Informasi Penggajian ini terdapat atau menggunakan 7 (tujuh) buah file, yaitu 1) Golongan, 2) Jabatan Fungsional Akademik, 3) Jabatan Struktural, 4) Jabatan Khusus, 5) Pendidikan, 6) Dosen, dan 7) Gaji.








Tabel 5. Desain Tabel Pendidikan

No. 
Nama Field 
Tipe Data 
Lebar 
Keterangan 
1. 
#Pend 
AutoIncrement 

PrimaryKey 
2. 
NamaPend 
Alpha 
30 

3. 
TarifMgjr 
Currency 




Tabel 6. Desain Tabel Dosen

No. 
Nama Field 
Tipe Data 
Lebar 
Keterangan 
1. 
#NII 
Alpha 
10 
PrimaryKey 
2. 
NamaDosen 
Alpha 
25 

3. 
Golongan 
Number  

Foreign Key 
4. 
JabFA 
Number  

Foreign Key  
5. 
JabStr 
Number  

Foreign Key  
6. 
JabKhs 
Number  

Foreign Key  
7. 
Pendidikan 
Number  

Foreign Key  
8. 




9. 




10. 






Tabel 7 . Desain Ta
bel Gaji  

No. 
Nama Field 
Tipe Data 
Lebar 
Keterangan 
1. 
#NoSlipGaji 
AutoIncrement 

PrimaryKey 
2. 
Periode 
Alpha 
15 

3. 
NII 
Alpha 
10 
Foreign KEy 
4. 
NamaDosen 
Alpha 
25 

5. 
Gapok 
Currency 


6. 
TunjFA 
Currency 


7. 
TunjStr 
Currency 


8. 
TunjKhs 
Currency 


9. 
SksMgjr 
Number 


10. 
HonMgjr 
Currency 


11. 
Pajak 
Currency 


12. 
PotKop 
Currency 


13. 
Arisan 
Currency 


14. 
PotLain 
Currency 


15. 
GajiBersih 
Currency 



            Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas: 1) perangkat keras (hardware), berupa: a) Personal komputer dengan processor Intel Pentium IV, b) Monitor BioStar, c) Printer HP Deskjet 3920, d)  Mouse, dan e) Keyboard., 2) Perangkta Lunak (software), berupa: a) Microsoft Windows XP sebagai sistem operasi, b) Borland Delphi 7.0, c)  Microsoft Visio, dan d) Paradox 7.

            Rancangan Form

Apabila physical scheme sudah dibuat, maka dengan mudah programmer dapat membuat rancangan input, kode program, serta rancangan output. Desain input merupakan suatu rancangan untuk memasukkan data. Berikut rancangan masing-masing form:

Desain Input Data Golongan

Objek/Komponen yang digunakan dalam
TForm, 2) TPanel, 3) TTimer, 4) Tiga (3) buah TLabel, 5) Tiga (3) buah TDBEdit, 6) TDBNavigator, 7) TDBGrid, dan 8) TBitBtn. 

Gambar 5. Desain Input Form Golongan


            Desain Input Data Tunjangan Fungsional Akademik

Objek/Komponen yang digunakan dalam form Tunjangan Fungsional Akademik ini adalah: 1) TForm, 2) TPanel, 3) TTimer, 4) Tiga (3) buah TLabel, 5) Tiga (3) buah TDBEdit, 6) TDBNavigator, 7) TDBGrid, dan 8) TBitBtn. 

Gambar 6. Desain Input Form Tunjangan Fungsional Akademik

Desain Input Data Tunjangan Struktural

Objek/Komponen yang digunakan dalam
TForm, 2) TPanel, 3) TTimer, 4) Tiga (3) buah TLabel, 5) Tiga (3) buah TDBEdit, 6) TDBNavigator, 7) TDBGrid, dan 8) TBitBtn. 

Gambar 7. Desain Input Form Jabatan Struktural


            Desain Input Data Tunjangan Khusus

Objek/Komponen yang digunakan dalam form golongan ini adalah: 1) TForm, 2) TPanel, 3) TTimer, 4) Tiga (3) buah TLabel, 5) Tiga (3) buah TDBEdit, 6) TDBNavigator, 7) TDBGrid, dan 8) TBitBtn. 

Gambar 8. Desain Input Tunjangan Khusus

Desain Input Data Pendidikan

Objek/Komponen yang digunakan dalam
TForm, 2) TPanel, 3) TTimer, 4) Tiga (3) buah TLabel, 5) Tiga (3) buah TDBEdit, 6) TDBNavigator, 7) TDBGrid, dan 8) TBitBtn. 

Gambar 9. Desain Input Form Pendidikan


            Desain Input Data Dosen
Add caption

Gambar 10. Desain Input Data Dosen


Objek/Komponen yang digunakan dalam form golongan ini adalah: 1) TForm, 2) TPanel, 3) TTimer, 4) Sebelas (11) buah TLabel, 5) Tujuh (3) buah TDBEdit, 6) TDBNavigator, 7) TDBGrid, 8) TBitBtn, dan 9) Lima (5) TDBLookUpComboBox. 

            Desain Input Gaji Dosen

Objek/Komponen yang digunakan dalam form golongan ini adalah : 1) TForm, 2) TPanel, 3) TTimer, 4) Delapan belas (18) buah TLabel, 5) Tiga belas (13) buah TDBEdit, 6) TDBNavigator, 7) TDBGrid, 8) TBitBtn, 9) Lima (5) TDBLookUpComboBox, 10) Satu (1) buah TEdit, 11) Satu (10) TDateTimePicker, dan 12) Dua (2) buah TGroupBox.

Gambar 11. Desain Input Form Dosen


            Pembuatan dan Pengujian Program

Sistem Informasi Penggajian ini dibuat dengan menggunakan program Borland Delphi, proses pembuatan programan adalah dengan menerjemahkan rancangan yang ada menjadi form dan report dengan objek/komponen yang disediakan oleh Borlnad Delphi. 
Adapun tahapan pembuatan program dengan menggunakan Borland Delphi: 1) Rancang Form sesuai dengan desain, 2) Pengaturan Setting Properties dari masing-masing objek/komponen yang digunakan dalam form, 3) Masukkan kode program atau Procedures ke dalam form sesuai dengan event/aksi yang digunakan dalam form. Abdillah (2005b:1).

4.         PEMBAHASAN

Setelah melakukan pembuatan program, penelitian ini menghasilkan 1 (sebuah) project, 1 (sebuah) database, 6 (form) form, dan 5 (lima) report. Berikut akan penjelasannya.

            Form Menu Utama dan Sub Menu

Gambar 12. Main Menu dan Sub Menu 



            Form Data Dosen
Add caption

Gambar 13. Form Data Dosen


            Form Gaji

Gambar 4.3 Form Gaji 

Add caption

 


5.         KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan tentang sisteminformasi inventarisasi barang pada Universitas Bina Darma Palemabng sebagai berikut:
1)      Dengan perancangan ini, diharapkan dapat dikembangkan menjadi suatu program utuh untuk mengolah data gaji dengan akurat, cepat, efisien.
2)      Skema yang dihasilkan dapat diadopsi ke sejumlah sistem penggajian dosen pada perguruan tinggi lainnya.
3)      Perancangan Basisdata Sistem Informasi Penggajian, menghasilkan 7 (tujuh) buah tabel, 6 (enam) buah form, dibuat dengan menggunakan salah satu bahasa pemrograman berorientasi object yaitu Borland Delphi 6.0.
menggunakan aplikasi database dengan format Paradox.



DAFTAR RUJUKAN



Abdillah, Leon, Andretti, 2003, Sistem Basis Data Lanjut 1: Membangun Sistem Basis Data, Universitas Bina Darma, Palembang.

Abdilllah, Leon, Andretti, 2004, Sistem Informasi Inventaris Barang, Jurnal Ilmiah MATRIK, 6(3):133-152, Palembang

Abdillah, Leon, Andretti, 2005a, Pemrograman III (Delphi Database), Universitas Bina Darma, Palembang.

Abdillah, Leon, Andretti, 2005b, Validasi Data dengan menggunakan Objek Lookup pada Borland Delphi 7.0, Jurnal Ilmiah MATRIK, 7(1):1-16, Palembang.

Abdillah, Leon, Andretti, 2006, Pengaruh Kompensasi dan Teknologi Informasi terhadap Kinerja Dosen (KIDO) Tetap, Tesis Tidak Dipublikasikan, Program Pascasarjana Magister Manajemen, Universitas Bina Darma, Palembang.


Cornelia J. Benny, C. J., 2004. Pengembangan Manajemen Dosen di Perguruan Tinggi Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Kinerja Dosen, Disertasi Dipublikasikan,  (OnLine), (www.pages-yourfavorite.com/ppsupi/ diakses pada Desember 2005).

Indrajit, R. E. 20001. Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, Jakarta: Elex Media Komputindo, Jakarta.

Jogianto, H. 2000. Analisis dan Desian Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, Andi, Yogyakarta.

Koordinator Kopertis Wilayah II, 2005, Pedomam Umum Pengusulan Kenaikan Pangkat dan Jabatan Fungsional Dosen Perguruan Tinggi Swasta Kopertis Wilayah II, Palembang: Departemen Pendidikan Nasional Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta Wilayah II, Palembang.

Nur, E., 2001, Sistem Penggajian, (OnLine), (http://kuliah.dinus.ac.id/edinur/lembar01.html/ lembar01.html diakses pada Desember 2005).

Sekarwati, K. A. 2001. Sistem Basis Data. (OnLine).
(http://staffsite.gunadarma.ac.id/, diakses 28 Februari 2003).

Wardiana, W. 2004. Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia, (OnLine), (http://eprints.rclis.org/archive/ diakses pada Desember 2005).